MENENGOK SEJARAH CANDI MERA

Presiden Indonesia pertama, Soekarno pernah mengatakan “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. Sejarah merupakan ilmu yang mempunyai makna sosial yang penting bagi perkembangan dan perubahan masyarakat. Maka dari itu, sejarah harus dipelajari dan tidak boleh dilupakan. Nah, media untuk mempelajari sejarah sangat banyak, tidak perlu di bangku sekolah, belajar sejarah bisa ditempat wisata. Salah satu bangunan wisata sejarah yang dapat dikunjungi adalah Candi Merak.

Candi Merak secara administratif berada di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dahulu banyak burung Merak bersarang di sekitar candi. Maka, oleh masyarakat setempat diberi nama Candi Merak.

Candi Merak merupakan kelompok candi yang terdiri dari sebuah candi induk yang menghadap ke tiga candi perwara. Candi perwara adalah candi kecil pelengkap di kompleks percandian. Candi yang memeliki luas 1000 m2 ini berlatar belakang agama Hindu. Hal ini diketahui dari arca-arca pantheon agama Hindu yang masih tersisa. Ada 3 arca yang masih tersisa, yaitu arca Ganeca, Durga Mahisasuramardhini dan Yoni.

Arca Ganeca digambarkan sebagai seorang manusia berkepala gajah. Sedangkan arca Durga Mahisasuramardhini merupakan gabungan dari kata Durga, Mahisa, Asura, dan Mardhini. Arca Dewi Durga memiliki banyak tangan, lebih dari 8, 12 atau pada beberapa arca sampai dengan 16. Lalu, arca Yoni berbentuk bujur sangkar dan biasanya terdapat tonjolan di salah satu sisinya.

Saat ini, hanya candi induk saja yang telah berhasil direkontruksi. Untuk candi perwara sementara masih dalam keadaan runtuh. Di candi induk Anda bisa masuk dan melihat interior candi. Terdapat beberapa relief dengan gambar kura-kura, naga dan lembu.

Mengenai siapa pendiri candi dan masa pendiriannya, sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun berdasarkan bentuk seni bangunan, relief, ornament hingga gaya pengarcaan di perkirakan Candi Merak didirikan pada kurun waktu antara abad IX – X masehi oleh keluarga kerajaan Mataram Kuno.

“Untuk pendiri candi pertama kali belum diketahui siapa. Tapi untuk pendiriannya itu tahun 1926. Awalnya ada pohon yang tumbang lalu menimbulkan batu-batu yang akhirnya digali. Ternyata ada beberapa bagian di Candi Merak ini yang tercecer kemudian dilakukan lah pemugaran,” kata Sarno (57), petugas Candi Merak

Untuk masuk ke Candi Merak ini Anda cukup membayar Rp 1.000,00 saja. Jika ingin menggunakan jasa guide dan berfoto-foto di area candi dikenakan biaya sebersar Rp 10.000,00. Namun, fasilitas yang ada di Candi Merak ini sangatlah minim. Tempat parkir pun belum tersedia di sini. Toilet juga masih menumpang di rumah warga. Walaupun begitu, Candi Merak masih menjadi tujuan wisata yang mendatangkan sekitar 60 pengunjung di setiap bulan. Selain itu candi ini juga menjadi tempat bersejarah yang digunakan untuk tempat penelitian.